Dongeng Sebuah Halte
Pemberhentian bis itu terletak di bagian selatan kota kecil Salatiga. Sempit dan hampir tanpa fasilitas. Ada penumpang yang datang, ada pula yang pergi. Ada warung-warung yang diam di tempat, ada kendaraan yang selalu bergerak.
Terlihat orang-orang yang letih, ngantuk, dan lapar. Muka-muka khawatir dan langkah tergesa-gesa.
ABC adalah satu sketsa dari ribuan halte di Indonesia. Dia lah gambaran pergerakan manusia dalam ruang dan waktu. Lukisan perih dan kerasnya perjuangan hidup. Dan di sana pula lah ada kisah-kisah yang makin aneh di jaman ini. Yakni, orang tak saling kenal yang masih juga mau saling tolong.
Dengan mudah orang berkesah tentang menipisnya sumber-sumber daya. Terlalu mudah pula menggugat makin lunturnya rasa setia kawan. Menjalar dan melebar pula menjadi kegaduhan tentang masalah nasional yang konon multidimensi. Carut-marut yang tak berujung-pangkal. Menebar sikap apatis dan rasa frustrasi.
Lalu apa yang bisa dimaknai dari sepotong dongeng sebuah halte?
Di mana ada pergerakan, di situ ada energi. Ketika orang saling bicara, di situ akan ada sinergi. Halte ABC adalah cerita sebuah optimisme. Kalau itu tak cukup jadi wujud keteguhan suatu bangsa, maka biar lah jadi lambang kegagahan & kasih masing-masing pribadi saja.
Melalui website ini, kami ingin menjamu orang-orang yang berani bergerak dan mau bicara. Untuk mereka yang berani pergi dari Salatiga. Bagi orang-orang yang bernyali datang ke Salatiga.
Mari kita buat bersama komunitas "orang bergerak" sebagai lambang sekaligus wujud perjuangan kehendak pribadi dan upaya menebar kasih sesama.
Syahdan, dunia ini bukan tempat yang nyaman bagi orang yang berkutat tak bergeming. Bukan pula untuk mereka yang diam tak bicara.

