Gedung Pertunjukan, dari UC sampai Makutarama (Lama)

You have one new private message.

Manakah gedung yang layak untuk pertunjukan, bukan hanya untuk mantenan? Ternyata terbatas juga. Maklumlah kota kecil.

Dulu, sampai 1970, yang jadi andalan hanyalah Makutarama di Jalan Sudirman (dekat Reksa). Di gedung milik tentara itu aneka pertunjukan digelar, dari wayang orang, band (tapi gig Koes Plus, 1972, di lapangan basket SMEA Negeri Jalan Ahmad Yani), sampai kungfu dari Hongkong (atau Taiwan?).

Kemudian pada 1970 Salatiga punya gedung yang representatif, milik UKSW. Namanya University Center. Khalayakya menyebutnya secara kuminggris: "yu-si". Gedung itu dibangun dengan biaya dari Yayasan Henry Luce (pendiri majalah Time). Kok bisa?

Kata orang-orang yang tahu, suatu malam ketika ada malam kesenian di Gedung B, seorang wanita bule kasihan melihat warga menonton dari luar melalui kaca jendela dan kaca intu. Dia mencari sponsor agar ada gedung yang bisa menyediakan tempat untuk masyarakat dari luar kampus. Da jadilah UC yang kemudian bernama Balairung UKSW. Tentu cerita ini harus dicek kebenarannya. Tapi seingat saya, di UC ada prasasti peresmian yang menyebut Henry Luce.

Selain UC dan Makutarama (sebelum digusur lalu pindah ke Ngebul, Jalan Veteran), gedung buat pertunjukan adalah Aula PLN di Buksuling dan Sanggar Pramuka (eks-kampus Chung Hwa Chung Hwi). Adapun Gedung Kong Shu (Jalan Pemotongan), saya tak tahu apakah pernah dipakai buat hiburan. Yang saya tahu, sebelum tempat itu jadi tempat latihan bela diri (Kempo), dulunya untuk rumah tahanan politik orang-orang yang dianggap sebagai PKI.

Gedung lain? Tentu GPD, sebelah Hotel Kaloka, sehalaman dengan stasiun RSPD. Gedung ini sempat menjadi Salatiga Theater, yang pada awal operasinya sempat dihebohkan oleh ular bawaan penonton di tengah pertunjukan.  

makutarama

Makutarama , dulu sejak nenek dan diteruskan oleh ibu pernah buka warung sate kambing disitu namanya Bupet Bu Pawiro , jadi hampir tiap hari pulang sekolah saya ke warung untuk makan siang , kadang diterusin nonton di Reksa atau minta uang buat beli Eppo di Kukuh Subardi.
Sayang tahun 90 dipindah ke ngebul jadi warung ikut tergusur dan sudah waktunya pensiun juga buat Ibu.

yusi

baru tau kalau yusi aka uc itu kependekan dari university center.... oh my!

makutoromo

tempat papa mama saya menikah. ada fotonya yang keluar dari mobil jadul yang pastinya saat itu cukup mewah didepan makutoromo hihihi...

diakhir2 kejayaan makutoromo, kami warga nias dan batak sering memakainya untuk mengadakan perayaan natal bersama lengkap dengan b1, b2 blablablabla ...

pak manao

horas !!!!
sebagai warga salatiga dari nias kenalkah anda dengan pak manao? guru matematika sma dharmaputra , apa kabar beliau sekarang ada dimana? salam buat beliau

GPD

GPD yang saya inget sering dijadiin kontes band sak solotigo dan kabupaten semarang. Karena nggak punya duit, nontone sambi nginjen di jendela kaca yang ditutupi kertas dari dalam. Kebetulan kertase wes bolong-bolong..

vokalis

hahahah aku pernah tuh merasakan jadi juara 2 band antar sama hahahaha... hadiah-e? selembar kertas sertifikat dengan tulisan ... vokalis!

hahaha

Vokalis???

Kowe? Nyanyi? Susah untuk percaya... Duh...

==
Adhi Widjajanto
http://adhi.widjajanto.net
http://tp11.salatiga.net

trust me

trust me .. you'd better run when i start singing!

Jumpa penggemar

Wih hebat no.. itu yang sempat jumpa penggemar di karanggede ya? Yang disponsori radio dari simo? :-)

fans

wetset.. itu kamu to yang ngelemparin aku bunga? hahahahahaha....

mosok sampe ada jumpa penggemar sih?

B-Tank

Temen yang gitaris pernah cerita kalau jumpa penggemar di karanggede :-) Nama band-nya kalau nggak salah, B-Tank, kepanjangan dari bambang dan tatang :-)

Tapi sertifikat dengan tulisan 'vokalis' layak untuk dipigura :-)

foto bareng & tanda tangan

aku mau foto bareng sekalian minta tanda tangan nana the singer ah.

with laugh and love from karanggede,
tyo

vokalis

hahahahahah... sabar ya paman, urut antrian!