Honda Mini: Angkot Pertama Salatiga (?)

You have one new private message.

Mendengar nama "Honda Mini" pada tahun 70-an, orang Salatiga langsung paham bahwa itu adalah mobil  angkutan umum, bukan sepeda motor. Bukan Honda mini trail CT70 tapi sebangsa Honda TN360 (berapa cc? < 500?). Replika diecast-nya semoga sudah Anda punyai karena Tomica maupun Ebbro pun bikin. Kalau Anda belum punya silakan ke e-Bay. :)

Di Facebook (akun Bambang Ismanto) saya temukan foto Honda Mini itu. Karena ada warung soto Soponyono dalam gambar, mungkin saja mobil kecil berupa pikap  itu masih mangkal di depan Pasar Baru, sebelum pindah ke Taman Sari.

Saya lupa kapan sejak kapan Honda Mini tersingkir, digeser oleh Daihatsu dan sejenisnya -- serta tentu saja Colt. Sekitar 1977/78 barangkali? Tolonglah kalau ada yang ingat dan punya data.

Mulai kapan Honda Mini menemani dokar pun saya tak ingat secara pasti. Tahun 1970 seingat saya belum ada. Tahun 1971? Saya hanya ingat saat ada Pemilu (tanggal 3 Juli), dan hal baru yang saya kenal adalah organisasi bernama Golkar serta motor Honda S90 pelat merah yang banyak dibagikan kepada pegawai negeri. 

Pada 1972 saya ingat sudah ada Honda Mini itu. Trayeknya tidak jauh, hanya sampai ke batas kota. Misalnya dari Taman Sari ke Tlogo  (Damatex). Tapi dengan mobil sekecil itu, dua guru saya mengajak sebelasan murid pergi ke Yogya!

Mungkin karena penumpangnya bertubuh kecil maka mobil mungil berupa pikap beratap kanvas itu sanggup mengangkutnya.Gerah juga selama perjalanan, tapi adanya itu mau apa?

Mobil angkutan umum entah trayek mana itu milik satu dari tiga putra Van der Zwan (Moehati) yang berumah di Jalan Beringin (Pattimura), dekat pertigaan dengan Jalan Kalisumbo. Yang saya maksud tiga putra itu adalah Aladdin, Abu Nawas, dan Ali Baba. Adik mereka, Agus Benyamin (teman sekelas) jelas belum memiliki mobil, begitu pula si bungsu Adonis. 

Anda punya ingatan apa tentang Honda Mini di Salatiga?

© Hak cipta foto belum diketahui

Note
Nostalgia lain: Taksi, Florist, Salon, dan Piringan Hitam di Salatiga

Menyusur JaLingLu Solotigo

Gubernur Jendral Daendels tidak akan mengira bahwa Groote PostWeg (jalan raya pos) yang dibangunnya akan mendapat pesaing. Jalan ini melintas di depan rumah dinas walikota Solotigo dan menjadi urat nadi perekonomian wilayah. Menjadi pula kenangan panjang bagi para pelintasnya.

Suatu jenis "penjajah" yang lain, kini telah menggelar jalan baru dari Tingkir sampai Blotongan. Meninggalkan tikungan Tamansari yang dulunya diukir Daendels.
Jalan lingkar luar (jalinglu) ini melewati RanduAcir, Ngawen, dan Candran. Berkelok menghindari bukit dan ngarai, naik-turun mengikuti muka tanah.
Kalau Anda enggan bilang 'bagus' tentang jalan ini, maka minimal kita harus berkata 'lumayan' juga.

Meski pun masih miskin rambu-rambu, namun konstruksi fisik-nya secara mendasar dapat diterima. Terlebih kalau kita membandingkan jalanan di kota2 besar yang kondisi-nya terendam dan berlubang-lubang, macet parah pula di depan hidung Gubernur.

Terlepas dari segala kontroversi, suara miring, dan berbagai "musibah" yang menimpa beberapa pihak dalam proses pembangunannya, namun Wong Solotigo sebagai suatu team perlu mendapat acungan jempol.
Dulu orang luar mengaku selalu terbangun ketika lewat Solotigo, karena jalanan yang kasar / berlubang. Kala itu pun Walikotanya masygul karena kotanya hanya jadi "Urinoir" saja, tempat orang berhenti untuk kencing.

Jalinglu yang baru dibuka ini, mungkin malah akan "menutup" Salatiga kota. Arus lalin akan menyusur di tepi kota, dan pusat kota pun akan menjadi sunyi.
Lantas, terserah pada penghuni kota: akan menjadikan kesunyian itu sebagai sesuatu yang syahdu atau hal yang menakutkan kah.

Melalui jalinglu, Anda diundang untuk melengkapi peradaban Salatiga.

honda mini

seingat saya baru sekali sy naik honda mini (yg di bwt jd angkot), yaitu ketika duduk di TK Siwi Peni (gurunya bu Sri Katon) di mrican. Waktu itu sekolah ngadain siaran radio (murid-murid TK pada waktu itu secara berkala nyanyi Live via RSPD)di RSPD. Sebelum nyanyi kita menyampaikan salam "bapak ibu dalem bade nyanyi". Setelah itu ga ingat lagi tentang honda mini, cuma dengar-dengar saja kalau ibu/mbak/tonggo dari pasar bawa banyak belanjaan mereka naik honda mini.

Adonis?

Pakdhe Tyo ternyata kenal mas Adonis juga ya? Sekarang beliau kerja di UKSW.

Kalau soal honda mini saya nggak tahu, tapi sempat ingat bapak saya kalau nyebut colt itu honda mini pas saya masih kecil.