KUMPUL@X3-yr2008

You have one new private message.

Acara "Berkumpul di Salatiga" (KUMPUL@X3) dilakukan pada Jumat malam Sabtu (03 Oktober 2008). Kala itu kota tercintamu diguyur hujan lebat. Jalanan Salatiga mendapat "hadiah" berupa kemacetan oleh kendaraan para pemudik yang jumlahnya sangat banyak serta senantiasa berlalu-lalang.
Namun rekan-rekan dalam identitas Guyub-ABC tidak surut nyali untuk berkumpul. Kali ini, rumah "cozy" milik keluarga Mas Dodik / Mbak Septi di MargoSari terpilih sebagai lokasinya. Yang datang kebanyakan para dewasa. Karena malam, maka "buntut" mereka ditinggal di rumah.
Antara tamu termuda & tertua bisa terpaut 15 tahun. Rumah-rumah mereka bisa terpisah 500 km jauhnya. Mata pencaharian mereka bermacam-macam: ada yang dokter spesialis, pegawai bank, psikolog, dosen, manager IT, wiraswasta pendidikan, PEK (pekerja elektro komersial), dan profesi lainnya. Kegemaran mereka pun beragam: bermain musik, mengurus klub voli, bantu-bantu LSM pendidikan, menganggur (tanpa hobby apa pun), dan sebagainya.
Obrolan meluncur spontan, cukup dengan thema "ngalor-ngidul" saja. Justru, tanpa TOR dan moderasi, kawan-kawan kita ini terlihat sebagai orang-orang yang sangat cerdas & adaptif luar biasa.
Percakapan "jam-session" ini berjalan harmonis dan renyah. Mula-mula hanya sekedar mengolok-olok diri sendiri dalam keseharian. Menyindir pikiran-pikiran sempit kita. Mentertawakan bagaimana lucunya kita selama setahun ini berperilaku di rantau dan kota-kota besar.
Lalu muncul keinginan untuk mengubah ke -primata-an kita, mengembalikan diri menjadi "manusia" lagi. Yang utuh dan fungsional. Mumpung masih di Salatiga, senyampang masih dalam suasana lebaran.
Kemudian, merancang untuk bersama-sama menjadi "bangsawan akal" di negeri ini. Yang kemuliaannya tak bergantung pada garis darah & pola DNA. Cukup dengan berpikir jernih dan bertindak nyata. Pada bidang mana pun, sekecil apa pun.
Selanjutnya, kita ingin menjadikan derajat kebangsawanan tsb sebagai tanda kewajiban untuk memberi, bukan lambang hak untuk memungut.
Kawan-kawan tak hanya intensif berbagi pemikiran dan kesan, tetapijuga sangat partisipatif dalam soal hidangan. Sesuai dengan gagasan pesta kebun (pot-luck) yang memang sedari semula telah direncanakan.Tuan rumah pun tidak sekedar menepati janji untuk "nggelar kloso"(menyediakan tempat) saja, tetapi aneka hidangan juga mereka gelar. Semuanya amat sehat dan lezat sekali !!
Akhirnya, dengan sangat terpaksa, kami harus berpisah pada jam setengah sebelas malam itu.
Sampai jumpa dalam obrolan hangat dan "ngangeni" pada pertemuan-pertemuan berikutnya !!
NB.:
ngangeni= membuat (selalu) merasa kangen / rindu.

Agenda 2009

Kira-kira di Tahun 2009 ini acara yang ngangeni ini akankah diadakan kembali?
Kalau diadakan lagi,pasti akan tambah ngangeni lagi kali ya.........
Karna pasti akan tambah rame dengan wajah-wajah baru dan yang pasti cerita-cerita baru.
Apakah acara yang ngangeni ini sudah jadi Agenda rutin?
Ya walaupun mungkin tidak tiap tahun saya bisa ikut. :)
Alangkah baiknya bila acara ini menjadi Agenda rutin warga GuyubABC.
Karna dengan keadaan yang seperti sekarang,kebutuhan yang dari hari ke hari semakin bertambah.
Alangkah baiknya,dengan diadakannya Agenda ini sekalian sebagai pelepas penat akan kesibukan dan sebagai pengobat rindu kampung halaman tercinta SALATIGA. Menurut saya.

Salam,
-------------------
Joko Prasetyo

Pengennya Rutin

Mas Joko,
sak benernya ngumpul rutin adalah keinginan kita semua. Sekarang ini, usia guyubABC sudah hampir tiga tahun. Dan ngumpulnya baru dua kali. Sangat jarang ya mas.. Padahal kalau dilihat dari keanggotaan rata-rata tinggal di Jakarta.

Mungkin sudah terlalu sibuk..

Salam, Jurkun

Masalah waktu saja om.

Ya kalau memang belum bisa kan gak pa2 Om.
Tapi memang kalau rata-rata tinggal di Jakarta bisa jadi waktu yang menjadi kendala. Saya yakin banget kalau warga guyub juga pengen acara ini di agendakan,tapi disatu sisi keluarga juga punya prioritas lebih kan om. Ya kalau saya karna masih bujangan tidak begitu menemui banyak kendala. Lebih kepada keadaan zaman kali, yang menuntut kita jadi begini. Kebutuhan yang semakin banyak jugalah yang menyita waktu. Yah begini lah Hidup di kota besar,kalau boleh milih saya milih pulang kampung aja. Tapi belum bisa.... :)
Di rembug sambil jalan saja Om.
Niatan baik Insya Allah bisa terwujud. Amin.
(sok tau=mode on)

Salam
-------------------
Joko Prasetyo