Reportase Halal-bi-Halal di tanah Priangan
Akhirnya, gempita menggema juga di Aula SMKN-5 Bandung.
Dalam acara indoor yang lebih dirapikan ini, aspek gastro-diplomacy (diplomasi perut) tetap dominan. Diperagakan dengan berbagai kepakaran dalam ilmu kuliner.
Yang standar adalah tumpeng nasi kuning, namun masih saja tidak kehabisan penggemar. Sajian "trade mark" Solotigo berupa sambel tumpang koyor tergelar juga di kota Bandung. Tidak lupa, bothok teri yang mak nyusss.. juga ada. Dipadu dengan sapa ramah "wilujeng sumping" untuk menyambut mereka yang hadir.
Kelompok Solotigoan di Bandung ini sepakat menggunakan istilah baraya (Sunda) untuk menjelaskan bahwa mereka semua adalah "sanak-kadang" sendiri.
Terpilih empat orang pengurus inti (& sementara): Impyas Basuki (SMEAN'70), Haryo Supriadi (SMAN'73), Shaouman (SMAN'79), dan mbak Arnie (SMAN'80).
Nama lengkap kumpulan ini adalah Paguyuban Baraya Salatiga (PABASA), melanjutkan debut IKASA pada era sebelumnya.
PABASA selalu terbuka dan senantiasa independen, mengalir dari Solotigo, mengakar di tanah Parahyangan.
Sudah diatur "dari atas" bahwa Pak Hendro Pramono (SMAN'70) yang dulu menjadi awak masa awal IKASA juga hadir di Bdg, padahal sehari-hari beliau tinggal di USA.
Suasana menjadi lebih hangat dengan kehadiran beberapa personil Pawarsa dari Jakarta. Dalam kesempatan "perkenalan" tsb mereka memberi paparan tentang sejarah dan aktivitas organisasi per-Solotigo-an (di Jakarta) selama ini. Hadirin pun menyimak dengan antusias.
Anak-anak kecil yang turut pun bisa bermain dengan aman dan riang. Seperti yang telah dipersiapkan, lahan pekarangan SMKN-5 memberikan ruang yang lebih dari cukup untuk bermain dan berolahraga.
Musikus serba-bisa kita (Muh "ayang" Ahsan) juga terpaksa menunda makan siangnya. Banyak permintaan untuk mengiringi tetamu yang ingin menyumbang nada, mengisi sesi hiburan.
Tidak rugi lah PT Telkom menggaet Mas Ayang jadi karyawan. Sudah ahli telekomunikasi, pakar seni pula.
Mbak Eva sebagai vokalis utama kebetulan juga klop dan cocok dengan MC-nya (Bu Kiki). Tembang-tembang cantik tidak hanya dinyanyikan, tetapi juga dimaknai dengan berbagai ulasan.
Dalam urusan seni dan artis, Solotigo memang lahan subur yang tidak pernah mengalami masa paceklik.
Akhirnya, diucapkan terimakasih kepada semua pihak yan telah hadir dan memberi bantuan dalam segala bentuk. Berbagai rekaman kamera bisa dilihat di sini: http://www.guyubabc.web.id/gallery/hbhsolotigobandung
Sampai jumpa pada kesempatan berikutnya !!


tentang pak basuki
mau tanya sedikit tentang pak Basuki ini apa benar lulus dari SMEA tahun 1970? atau angka 70 ini ciri khas guyub abc bahwa pak basuki kelahiran 1970?
kalau berkenan, katuran gabung di groups facebook.
http://www.facebook.com/home.php?#/group.php?gid=74511289010
matur nuwun
tentang pak basuki .. Jawab
Pak Basuki ini memang lulus SMEA Negeri Sltg pd th'70. Beliau sendiri kelahiran '51-an.
Nanti saya sampaikan soal facebook ini kpd Pak Basuki.
Trims !!
Galeri foto bisa dilihat di
Galeri foto bisa dilihat di sini:
http://www.guyubabc.web.id/gallery/hbhsolotigobandung